Home » , » Menuliskan kembali isi perintah dalam bentuk kerangka atau bagan

Menuliskan kembali isi perintah dalam bentuk kerangka atau bagan

Menuliskan kembali isi perintah dalam bentuk kerangka atau bagan
 
Menuliskan kembali isi perintah dalam bentuk kerangka atau bagan dapat di lakukan dengan menggunakan topik, tema/subtopik dan tujuan dari pesan yang berbentuk perintah. Topik merupakan bagian khusus dari topik luas, sedangkan tujuan merupakan keinginan yang akan di capai oleh pemberi perintah.
 
Contoh;
Topik : Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Tema/subtopik : Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
Tujuan:  Mengembangkan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Secara Sederhana
 
Kerangka/bagan:
Kerangka/bagan adalah garis besar perintah dalam bentuk tulis berupa memo,nota dinas atau perintah kerja dalam bentuk lisan kerangka perintah bermanfaat untuk:
Memudahkan penyusunan perintah secara lengkap
Memudahkan penempatan bagian yang terpenting menghindari adanya perintah ganda Membanu menafsirkan isi perintah secara lengkap atau sempurna
Perintah dalam bentuk paragraf, kerangkanya dapat di bentuk dalam bentuk kalimat, tentu kerangkanya dapat di tulis dalam bentuk frasa atuapun foto
 
Contoh kerangka atau bagan:
proses pembuatan pakaian jadi
Mula-mula  kain di ukur, kemudian di buat pola. Setelah jadi, pola di lakukan pada kain, di potong sesuai dengan ukuran, dan kain selanjutnya di jait. Pakaianpun siap di pakai.
Bagan: ukuran kain=> buat pola=> lekatkan pola di kain=> di potong=> kain di jahit=> siap di pakai
Kesimpulan dari contoh di atas, bahwa bagan selalu lebih ringkas dari pada perintah asli, baik dalam bentuk paragraf, wacana dll.
Setelah tugas/perintah telah di tulis kembali dalam bentuk bagan atau kerangka, ada baiknya bagan atau kerangka di konfirmasikan kembali kepada pemberi perintah. Manfaat pengonfirmasian perintah tersebut:
• Tugas dapat di lakukan dengan sebaik-baiknya tanpa kesalahan
Menghindari kesalahan teknis ( akibat salah dengar, salah baca/salah ketik)
• Terjadi hubungan yang baik antara pemberi dan penerima perintah (tidak terjadi kesalah pahaman)

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

Pencarian