Home » » Pengaruh Revolusi Perancis

Pengaruh Revolusi Perancis

Pengaruh Revolusi Perancis
Revolusi Perancis mempunyai pengaruh tidak hanya bagi negara Perancis, tetapi juga pada negara-
negara di luar Perancis, baik di Eropa maupun di luar Eropa. Pengaruh-pengaruh tersebut secara sederhana dapat dilihat dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi.

Pengaruh Revolusi Perancis di Negara Perancis

Pengaruh di Bidang Politik

1)   Undang-undang merupakan landasan juridis konstitusional tertinggi. Pemerintahan atas landasan hukum (a rule by law). UUD diciptakan untuk menjadi landasan hukum tertinggi.


2)   Tumbuhnya pengertian republik
     Pada tahap awal revolusi Perancis bersifat “liberal” (1789-1792: Konstituante, Dewan Legislatif), kemudian bersifat “radikal” (1792-1795: Convention National). Pada masa liberal pemerintahan berbentuk kerajaan konstitusional (constitutionelle monarchie), di masa radikal berbentuk republik.


3)   Tumbuhnya demokrasi modern
     Sebagai akibat dari tumbuhnya pengakuan tentang hak-hak azasi manusia, terutama kebebasan dan persamaan hak dari setiap manusia. Kedaulatan berada di tangan rakyat, paham demokrasi ini yang hendak diterapkan oleh revolusi Perancis. Penerapan paham demokrasi itu mengalami pasang dan surut, tetapi kemudian tidak pernah padam lagi serta baru sesudah 1871 menjadi kenyataan di Perancis.


4)   Berkembangnya faham nasionalisme
     Ungkapan semboyan: kemerdekaan (liberty), persamaan (equality) dan persaudaraan (fraternity) dari revolusi Perancis mencerminkan kemauan bangsa Perancis bersatu. Dahulu hanya raja mewakili bangsa (L’Etat e’est moi), kata Louis XVI. Tetapi kemudian pada masa awal revolusi peranan golongan-golongan yang tumbuh berkembang di Perancis memberi isi tertentu. Bangsa tidak hanya memiliki oleh raja, kaum bangsawan, dan agama saja tetapi malah peranan golongan borjuis dan rakyat jelata memberi corak tertentu.


5)   Tumbuhnya ide tentang aksi revolusioner
     Pemerintahan kuno (ancien regime) yang mempunyai tradisi yang ketat dapat dihapuskan melalui aksi revolusioner. Hasil yang mengagumkan dari aksi revolusioner itu menyadarkan banyak orang bahwa kedaulatan itu adalah milik orang banyak, milik semua warga negara atau dapat dikatakan milik rakyat. Dari aksi revolusioner ini meyakinkan rakyat bahwa rakyat memiliki kekuatan yang sewaktu-waktu dapat disatupadukan dicetuskan melalui aksi tersebut untuk mencapai kehendak rakyat.

Pengaruh di bidang Ekonomi
1)   Pemilihan tanah yang lebih merata
    Tanah-tanah milik gereja, dan milik bangsawan yang melarikan diri ke luar negeri, dijual oleh pemerintah dalam revolusi Perancis dengan harga murah kepada para petani. Para petani tersebut tidak lagi merupakan penyewa-penyewa tanah tetapi menjadi pemilik-pemilik tanah. Undang-undang dan aturan-aturan yang mengatur pertanian, perdagangan, hak milik, pengakuan hak perlindungan atau jiwa manusia dipakai dan malah banyak ditiru oleh negara-negara Eropa lainnya.


2)   Penghapusan sistem feodal dan gilde
   Penghapusan akan hak-hak istimewa, penghapusan sistem pajak pemerintahan kuno, dan penghapusan gilde memberikan pengaruh yang besar dalam perkembangan pertanian dan perdagangan. Dengan dihapuskannya hak waris tentang tanah, sehingga tanah dibagi-bagi menjadi tanah-tanah yang agak kecil pertanian menjadi lebih maju. Untuk memajukan pertanian banyak rawa-rawa dikeringkan dan untuk mengatur dan mempengaruhi perjalanan air diadakan penanaman baru dibekas hutan-hutan.


3)   Tumbuhnya industri-industri besar
     Perdagangan bebas dan peranan golongan borjuis mendorong timbul-nya industri. Pembatasan import barang-barang industri dari luar negara Perancis, perbaikan jalan atau transport yang lebih kompleks memberikan peluang berkembangnya industri-industri besar dari Perancis.

Pengaruh di bidang Sosial

1)   Perjuangan hak azasi manusia
     Perjuangan demi hak-hak manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam revolusi itu kaum borjuis tidak mengemukakan tuntutan akan menggantikan kedudukan kaum bangsawan dan kaum agama, melainkan mereka berjuang demi hak-hak manusia dan hak-hak paura. Di lain pihak, berkembang pula golongan rakyat jelata, yang terdiri atas kaum petani-petani kecil dan terutama kaum buruh. Perkembangan liberalisme, kapitalisme mengembangkan pula per-juangan dan pengembangan kaum buruh, yang jumlahnya makin meningkat. Keadaan semacam ini mempengaruhi perkembangan negara Perancis pada daerah-daerah jajahannya di luar benua Eropa. Usaha untuk memerdekakan diri bukan timbul dari golongan yang sangat terjajah, melainkan timbul dalam kalangan cerdik pandai yang dididik oleh pemerintah kolonial, untuk menduduki alat-alat pemerintahan di tanah jajahan itu.


2)   Struktur sosial baru
     Pada rezim kuno (ancien regime) dapat kita jumpai adanya golongan pertama, golongan kedua dan golongan ketiga. Revolusi Perancis menggeser struktur masyarakat itu dengan tumbuh golongan atau kaum baru seperti: kaum petani, buruh, golongan pertenganah (middenstand) dan kapitalis. Golongan pertengahan dan kapitalis banyak mempunyai tujuan dan gerak yang sama dan kemudian lebih dikenal dengan golongan borjuis (bourgeoise). Dengan berkembang-nya industri menjadi penting pula kedudukan kaum buruh.


3)   Pendidikan dan pengajaran lebih merata

     Kesempatan menikmati pendidikan dan pengajaran yang lebih maju/baik pada masa pemerintahan kuno terutama hanya terdapat pada golongan atasan saja, tetapi karena pengaruh revolusi pendidikan tanggungan pemerintah. Pendidikan dan pengajaran rendah, menengah, dan tinggi disusun dan dipusatkan. Dengan demikian pendidikan dan pengajaran tidak lagi merupakan monopoli dari golongan tertentu atau atasan saja.

Pengaruh Revolusi Perancis bagi Dunia Luar Perancis
Pengaruh Revolusi Perancis bagi Dunia Luar Perancis di Bidang Politik

 Perkembangan nasiolisme

     Setelah revolusi Perancis rasa kebangsaan ke dalam segala gerak kehidupan. Solidaritas persatuan tidak hanya berkembang di Eropa tetapi juga ke daerah-daerah jajahan di luar Eropa terutama memasuki abad XX.

Perkembangan pemerintahan demokrasi

     Pemerintahan yang berdasarkan Undang-Undang Dasar dan mengacu pada pemegang kedaulatan makin terasa. Semboyan revolusi Perancis liberty, equality, dan fraternity, berkumandang ke luar Perancis. Revolusi Perancis menghapuskan bentuk negara monarkhi absolut. Kedaulatan berada di tangan rakyat. Bentuk negara dapat berupa monarkhi konstitusional atau republik. Di sisi lain pemerintahan parlementer semakin berkembang.

Penyebaran liberalisme

     Banyak ide revolusi yang tertuang dalam semboyan liberty, euality, dan fraternity tersebar pula ke luar wilayah negara Perancis melalui penjelajahan yang dilakukannya dengan tentaranya yang menyerbu ke luar negara Perancis (dalam perang yang lebiih dikenal dengan “perang koalisi”), senantiasa mendirikan pemerintahan-pemerintahan yang liberal di daerah-daerah yang diduduki sehingga menanamkan ide tentang liberalisme di wilayah-wilayah tersebut. Ide liberalisme berkembang terus meskipun raja-raja di negara-negara Eropa pada umumnya sesudah Kongres Wina (1815) berusaha terus untuk menindasnya. Pertentangan antara golongan yang memperjuangkan ide tersebut dengan raja-raja, sering menimbulkan revolusi-revolusi.

Pengaruh Revolusi Perancis bagi Dunia Luar Perancis di Bidang Ekonomi

Tumbuhnya industri-industri besar

    Faham liberalisme mempengaruhi pula dalam bidang ekonomi. Berfaham persaingan bebas dalam bidang ekonomi menumbuhkan juga industri-industri besar di luar negara-negara Perancis, terutama di negara-negara Eropa. Hubungan transportasi yang makin berkembang, dan pertumbuhan serta penemuan teknologi baru serta tumbuh dan berkembangnya kapitalisme mendorong berkembangnya industri-industri besar.

Pergeseran pusat-pusat perdagangan

    Kehidupan perdagangan beralih dari daerah pantai Eropa ke daerah pedalaman. Pusat-pusat perdagangan tumbuh di berbagai tempat, termasuk di pedalaman-pedalaman. Hal ini tampak di negara-negara daratan Eropa lebih-lebih setelah adanya Sistem Kontinental (Continental Stelsel) 1806 yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte.

Pengaruh Revolusi Perancis bagi Dunia Luar Perancis di Bidang Sosial
       
        Runtuhnya feodalisme

Feodalisme di Eropa tumbuh dari zaman Abad Pertengahan, ketika raja sebagai pemilik dari tanah seluruhnya membagi-bagi tanahnya kepada orang-orang yang dianggapnya berjasa kepada raja sebagai pimpinan tanah (feudum). Peminjam-peminjam tanah ini kemudian menjelma menjadi golongan yang berkuasa dan selalu berusaha untuk ingin mem-perbesar ruang lingkup kekuasaannya baik terhadap raja maupun rakyat. Mereka berusaha untuk mendapatkan atau membeli hak-hak istimewa. Hak-hak istimewa yang dimiliki makin berkembang dan di lain pihak rakyat jelata makin tertekan. Ketidakadilan baik di bidang politik, ekonomi, dan sosial sangat terasa. Dalam bidang sosial timbulnya strata masyarakat yang mempunyai hak-hak dan kewajiban tidak sama.

Dengan adanya revolusi Perancis yang merombak dan menumbuh-kan struktur masyarakat baru atas dasar, “kemerdekaan, persamaan, dan persaudaraan”, runtuhlah sistem feodal tidak hanya di Perancis tetapi juga di negara-negara Eropa lainnya.

 
Pengaruh Revolusi Perancis bagi Indonesia

Pasukan revolusioner Perancis pada tahun 1880 berhasil menguasai Amsterdam. Sesaat sebelum tentara Perancis memasuki Amsterdam, Raja William V bersama para bangsawan mengungsi ke London untuk membentuk pemerintahan pengasingan. Dari London itu Raja William V memerintahkan para pejabat di tanah jajahan untuk menyerahkan wilayah kekuasaannya kepada Inggris untuk menghindari serangan Perancis. Di Amsterdam kekuasaan pemerintahan dipegang oleh Louis Napoleon adik Napoleon Bonaparte. Louis Napoleon mengubah bentuk pemerintahan monarkhi menjadi republik yang disebut Republik Bataaf.

Louis Napoleon juga memerintahkan para pejabat di tanah jajahan untuk menyerahkan wilayah kekuasaannya kepada Perancis untuk menghindari serangan dari Inggris. Pejabat di tanah jajahan yang menyerahkan kekuasaan kepada Inggris terdapat di Padang, Ambon, dan Banda. Wilayah ini kemudian dikuasai oleh Thomas Stamford Raffles. Pejabat di tanah jajahan yang menyerahkan kekuasaan kepada Perancis terdapat di Jawa dan Ternate. Selanjutnya Jawa dan Ternate dikuasai oleh Herman Willem Daendels. Pada akhirnya Raffles berhasil mengalahkan Daendels.

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

Pencarian