Manfaat Organisasi



Manfaat Organisasi _ Apakah anda pernah mendengar kata organisasi sebelumnya? Rasanya sudah sangat sering kita mendengar dan mengetahui bentuk organisasi itu sendiri. Organisasi bisa dijumpai di sekolah, maupun di masyarakat. Pada lingkungan sekolah, organisasi yang terbentuk adalah koperasi sekolah, UKS, Komite sekolah dan lain sebagainya. Sementara pada lingkungan masyarakat ada organisasi berbentuk Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan juga karang taruna.

Organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan bantuan orang lain. Dibutuhkan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan. Disamping dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara individu, manusia juga membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan secara bersama sama, maka dibentuklah suatu organisasi.

Dalam organisasi ada aturan yang dijalankan. Demi mencapai tujuan organisasi itu sendiri, perlu dilakukan pembagian tugas tugas, maupun program kerja baik dalam jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Oleh karena itu dalam sebuah organisasi terdapat pengurus organisasi yang secara umum melibatkan peran ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan juga wakil bendahara. Pembentukan pengurus pengurus tersebut sangat tergantung pada tugas yang harus diemban oleh sebuah organisasi, semakin besar tugasnya maka biasanya akan semakin banyak pengurus organisasi tersebut.

Pada dasarnya, suatu organisasi mencakup tujuan, anggota, dan pengurus. Tujuan organisasi dibentuk adalah agar kegiatan organisasi berjalan dengan lancar, dan para anggota dapat mengerti tugas dan tanggung jawab masing masing.

Berbagai Peristiwa Alam, Yang Dapat Dicegah dan Tidak Dapat Dicegah



Berbagai Peristiwa Alam, Yang Dapat Dicegah dan Tidak Dapat Dicegah – berbagai peristiwa atau bencana alam yang terjadi di indonesia seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, topan badai, maupun tanah longsor adalah termasuk peristiwa atau bencana yang disebabkan oleh alam. Diantara berbagai peristiwa alam tersebut, ada peristiwa alam yang masih dicegah dan ada juga yang tidak dapat dicegah (terjadi begitu saja oleh alam). Untuk perstiwa alam yang masih bisa dicegah, manusia dapat mengupayakan beberapa hal dengan tujuan untuk meminimalkan atau bahkan mencegah bencana tersebut. Apa saja cara cara yang bisa dilakukan untuk mencegah bencana alam? Bencana alam apa saja yang tidak dapat dicegah?, selengkapnya berikut berbagai peristiwa alam yang terjadi di indonesia, yang masih dapat dicegah, dan tidak dapat dicegah, serta usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah.


·           Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat mengakibatkan pohon tumbang, bangunan runtuh, tanah terbelah, dan makhluk hidup menjadi korban. Di artikel sebelumnya, juga sudah dijelaskan mengenai gempa bumi tektonik dan gempa bumi vulkanik. Gempa bumi tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi sementara gempa bumi vulkanik disebabkan oleh aktifitas gunung berapi. Alat untuk mengukur peristiwa alam gempa adalah Seismograf dengan satuan Skala Richter.

·           Tsunami
Peristiwa alam Tsunami, disebabkan oleh gempa bawah laut yang terjadi sehingga mengakibatkan gelombang yang sangat besar. Kerusakan yang diakibatkan oleh tsunami adalah kerusakan bangunan, pepohonan, bahkan korban jiwa.

·           Gunung Meletus
Gunung meletus, juga merupakan peristiwa alam yang tidak dapat dicegah. Ketika bencana alam ini terjadi, gunung akan memuntahkan lahar/lava yang merupakan cairan panas sehingga mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Selain itu, peristiwa gunung meletus juga bisa memicu terjadinya bencana alam lain seperti gempa bumi dan tsunami, ini pernah terjadi ketika gunung krakatau meletus pada tahun 1883.

·           Banjir
Peristiwa alam banjir biasanya diawali dengan curah hujan yang tinggi, jika tidak ada tempat yang cukup untuk menampung maupun aliran air bisa menyebabkan banjir. Sungai sejatinya adalah tempat untuk menampung curah hujan, tetapi kadangkala, sungai tidak dapat menampung air hujan sehingga meluap menyebabkan banjir, khususnya sungai yang ada di perkotaan. Hal tersebut terjadi karena pendangkalan dan penyempitan sungai akibat banyak sampah yang dibuang kedalamnya. Banjir sesungguhnya dapat dicegah.

·           Tanah Longsor
Selain banjir, bencana alam yang sering terjadi akibat curah hujan tinggi adalah longsor. Selain itu, Longsor juga sering terjadi akibat penggundulan hutan. Peristiwa alam ini dapat meruntuhkan semua benda yang ada diatasnya. Tanah longsor juga sesungguhnya masih dapat dicegah.

·           Topan badai
Topan badai ditimbulkan oleh angin kencang disertai dengan hujan. Peristiwa alam topan badai dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan lainnya. Peristiwa alam ini dapat menerbangkan benda benda berat.

Diantara peristiwa alam yang telah disebutkan, ada peristiwa alam yang tidak dapat dicegah seperti gempa bumi, topan badai, maupun gunung meletus. Adapun peristiwa alam yang masih dapat dicegah adalah Banjir dan Tanah longsor. Ada beberapa cara atau upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahannya, adalah sebagai berikut.

·           Tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang sampah ke sungai, selokan, dan saluran air lainnya, selalu membuang sampah pada tempat sampah.
·           Tidak mendirikan bangunan disekitar sungai, agar tidak terjadi penyempitan sungai
·           Melakukan penanaman pohon, khususnya di lereng bukit atau lahan miring lainnya

Komposisi Dan Macam-Macam Jenis Tanah



Komposisi Dan Macam-Macam Jenis Tanah _ secara umum, tanah dapat dibedakan menjadi 4 jenis. Hal ini berdasarkan dari komposisi penyusunnya yang disebut dengan tanah berpasir, tanah berhumus, tanah liat, dan juga tanah berkapur. Berbagai jenis tanah ini dibedakan atas komposisi penyusun tanah itu sendiri dan juga pada jenis batuan tempat tanah itu terbentuk. Macam macam jenis tanah tersebut memiliki kegunaan yang berbeda beda, seperti halnya pada jenis jenis batuan.
 
KOMPOSISI: Tanah Berhumus
1.        Tanah Berpasir
Jenis tanah ini mudah dilalui air dan merupakan jenis tanah yang kurang subur sebab hanya mengandung bahan organik yang sedikit.

2.        Tanah Berhumus
Jenis tanah berhumus adalah tanah yang paling subur, mengandung banyak humus yang berasal dari sisa sisa tumbuhan

3.        Tanah Liat
Tanah yang satu ini banyak digunkan untuk bahan dasar keramik, jika basah tanah liat begitu lengket dan elastis

4.        Tanah Berkapur
Jenis tanah yang terakhir berdasarkan komposisi penyusunnya adalah Tanah Berkapur. Mengandung sedikit sekali humus, terbentuk dari bebatuan.

Demikian komposisi dan macam macam jenis tanah yang dibedakan berdarkan jenis batuan yang terdapat pada tempat tanah tersebut terbentuk. Diantarnya ada tanah berpasir, tanah berhumus, tanah liat dan tanah berkapur.

Jenis Pelapukan Batuan/ Pelapukan Fisika, Pelapukan Kimia, Pelapukan Biologi



Jenis Pelapukan Batuan/ Pelapukan Fisika, Pelapukan Kimia, Pelapukan Biologi _  jika sebelumnya kita sudah membahas tentang macam macam jenis batuan yang dibedakan berdasarkan cara terbentuknya diantaranya adalah batuan beku, batuan sedimen, dan juga batuan metamorf. Kali ini masih dalam proses pembentukan tanah yaitu macam-macam atau jenis pelapukan batuan yang disebut dengan pelapukan fisika, pelapukan kimia, dan pelapukan biologi. Pernah disebut sebelumnya pada artikel “Jenis-jenis Batuan” bahwa tanah yang ada di permukaan bumi merupakan ubah wujud dari batuan itu sendiri. Yang terjadi adalah pelapukan pada batuan sehingga akhirnya yang terlihat di lapisan paling atas permukaan bumi adalah tanah, bukan hanya tanah batuan juga dapat melapuk menjadi padang pasir seperti halnya yang terjadi di Arab Saudi. Bagaimana penjelasan lebih lengkapnya mengenai pelapukan batuan fisika, kimia, dan biologi? Mari simak info berikut ini.


Pelapukan Pada Batu dapat terjadi akibat adanya perubahan suhu, persenyawaan dengan oksigen, dan Oleh makhluk hidup. Selengkapnya, berikut penjelasan pelapukan fisika, kimia, dan biologi pada batuan.

Pelapukan Fisika

Pelapukan Fisika pada batuan adalah pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu. Perubahan suhu yang dimaksud adalah perubahan suhu yang terjadi berulang-ulang. Misalnya saja antara siang dan malam, terjadi perubahan panas dan dingin secara berulang sehingga akan terjadi pelapukan pada batu. Pelapukan fisika pada batu karena perubahan suhu ini banyak terjadi di Arab saudi, sebabnya adalah perubahan suhu yang sangat mencolok di siang hari dan malam hari pada negara tersebut. Akibatnya, menyebabkan batu menjadi pecah dan ukurannya semakin lama semakin kecel, batu batuan itu lama kelamaan menjadi padang pasir.

Contoh lain pada pelapukan fisika adalah pelapukan batu yang terjadi karena terpaan angin dan hujan serta peran gaya gravitasi. Karena terpaan angin dan hujan tersebut dapat menyebabkan perubahan pada permukaan bumi yang disebut juga dengan erosi.

Pelapukan Kimia

Pelapukan Kimia pada batu dapat terjadi akibat adanya persenyawaan dengan oksigen. Pernah mendengar hujan asam? Hujan asam terjadi akibat oksigen, uap air dan zat lain bergabung. Zat atau gas gas beracun yang berasal dari gas buangan buangan industri seperti belerang dioksida menyebabkan hujan asam. Peran hujan asam sangat meningkatkan kecepatan pelapukan kimia. Termasuk juga pada batuan yang mengakibatkan batuan menjadi lapuk/ terkikis.

Pelapukan Biologi

Pernah melihat lumut yang menempel pada batu? Apa yang terjadi pada batu tersebut? Lama kelamaan batu akan mengalami pelapukan dan hancur. Pelapukan ini akan menjadi awal dari pembentukan tanah. Pengertian pelapukan biologi; Pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup.  Pelapukan biologi ini terjadi karena adanya peran aktif pengurai, tekanan akar tumbuhan , dan gerakan air.

Google+ Followers

Pencarian