Home » , » Mengisolasi permasalahan PC dalam jaringan

Mengisolasi permasalahan PC dalam jaringan

MENGISOLASI PERMASALAHAN PC DALAM JARINGAN
http://1.bp.blogspot.com/--zTvnoh1XQw/T8BpIjzkw8I/AAAAAAAAAD8/VLOjZvkm2pI/s1600/servis.jpg
Tindakan pengisolasian termasuk di dalamnya merupakan jalan keluar (pemecahan) dari permasalahan yang di hadapi.
Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat di pisahkan menjadi dua, yakni pengisolasian  secara hardware dan software.

1. Pengisolasian permasalahan secara hardware
Tindaka pengisolasian kerusakan yang di sebabkan oleh hardware harus di lakukan dengan cara terstruktur dan sisitematis di harapkan dengan cepat dapat menemukan sumber kerusakan dan sumber permasalahan.
Tindakan pengisolasian secara terstruktur dan sisitematis dapat dilakukan sebagai berikut :

A. Tindakan pertama : (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan)
Tindakan pengisolasian dapat di lakukan dengan cara melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut.
jika kartu jaringan dalam kondisi aktif atau yang bekerja baik mampu menyala dan saat tidak aktif atau rusak maka lampu tidak menyala saat komputer teah di hidupkan dan terhubung dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan HUB/SWITCH.
Dapat juga di lihat pada window control panel=> double klik system pilih menu device maneger.

B. Tindakan kedua: (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan konektor)
Tindakan pengisolasian pengkabelan dan konektor terdapat perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan pengkabelan UTP dengan konektor RJ45.

• Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC.
Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena apabila terjadi jaringan yang down untuk jaringan bertopologi BUS atau RING menggunakan kabel coaxial harus di lakukan pengecekan satu persatu diantaranya :

1). Kabel terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.

2). Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor kabel.

3). Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.

4). Resistor pada  terminating conector

5). Short pada pemasangan kabel dan plug konektor

6). Longgar pada male konektor®

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

Pencarian