Home » » Kisah Inspirasi Wirausaha, Warsiyah, Benih Untuk Perubahan Iklim

Kisah Inspirasi Wirausaha, Warsiyah, Benih Untuk Perubahan Iklim

FAKTOR KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN
" Warsiyah: Benih Untuk Perubahan Iklim" => Dari kerugian Menjadi Keuntungan.
Sumber: Kompas, Selasa 1 Desember 2009
" Pemahaman Warsiyah tentang istilah perubahan iklim, baru muncul akhir-akhir ini. Namun, sebagai seorang petani yang sudah puluhan tahun bergumul dengan lumpur sawah, ia merasakan perubahan di sawah sejak lama. Beruntung terbiasa mandiri sebagai petani. Petani bisa mengantisipasi akibat perubahan iklim dengan kembali pada benih-benih padi lokal yang selama ini ditinggalkan".
Ia mengetahui perubahan iklim baru saja muncul akhir tahun ini, namun sebagai petani ia sudah dapat merasakan perubahan iklim dari panasnya tanah yang ia injak. Kerugian akibat perubahan iklim disikapinya dengan berpikir bagaimana cara mengatasinya, bukan sebaliknya.
Di daerah bertani, yaitu Indramayu, Jawa barat, ia merasakan benar hawa (suhu) tanah sawah yang semakin panas. Masalah yang timbul adalah tanaman layu karena tanah dengan suhu panas apalagi pasokan air ke sawah tidak lagi selancar dulu. Petani memang telah menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak negatif dari perubahan kondisi lahan, sehingga perubahan itu membuat petani salah memprediksikan dan jerih payahnya menjadi sia-sia.
Bapak Warsiyah belajar dari pengalaman, sehingga berfikir kreatif dan memecahkan masalah yang belum pernah ia alami sebelumnya tanpa mengeluh, menyerah, dan penuh percaya diri ( ini merupakan ciri-ciri wirausaha yang cerdas ). Warsiyah berpendapat bahwa perubahan iklim berarti membutuhkan perubahan dalam cara mengelola sawah.
Benih padi yang sebelumnya cocok di sawah, kelak tidak akan cocok lagi sebab sejumlah lahan sawah yang dulu memiliki cukup pasokan air, kini pasokan airnya mulai mengering ( sebuah masalah yang harus dipecahkan ). Jika benih pabrik diproduksi secara masal maka benih akan dibuat untuk kondisi tanah secara umum ( nasional ). Jadi belum tentu cocok untuk kondisi tanah di daerah tertentu.
Ia teringat bahwa dulu pernah mempunyai cadangan benih padi yang tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak. Ia seorang yang antisipatif dan intuitif sehingga ia suka mengoleksi benih-benihnya yang unik dan berbeda. Ia berpendapat bahwa suatu saat pasti akan dibutuhkan sehingga sejak lama mengumpulkannya. Ia berpendapat bahwa padi-padi lokal kini jumlahnya semakin langka akibat kebijakan penyeragaman benih padi secara nasional. Ia mulai menyilangkan padi dari benih-benih yang langka itu sehingga menghasilkan ratusan benih padi yang baru.
Sebelum mendapatkan ilmu tentang teknik pembenihan tanaman, Warsiyah sudah terbiasa menanam benih-benih dari pabrik  sejak tahun 1980. Para petani berpendapat meskipun benih pabrik bisa menghasilkan lebih banyak beras dan umur tanamnya lebih pendek tetapi justru lebih tahan lama. Kebiasaan menanam padi pabrikan berubah setelah ia mengikuti pelatihan ( teaining ) yang diadakan oleh Yayasan Farmer's Intiative For Ecological Livehood and Democracy ( FIELD ). Setelah mengkajinya, ternyata keturunan padi pabrikan tidak bisa di tanam ulang oleh petani.
Petani tidak bisa seperti dulu, mengambil padi dari sawahnya lalu dijadikan benih. Kemudian muncul tantangan, gairah dan semangat untuk membantu orang lain. Selain mengkaji padi hibrida dari pelatihan tersebut, Warsiyah yang lulusan SD juga mendapat teori dan praktik sekaligus. Berbekal ilmu itulah Warsiyah menyilangkan padi sendiri. Dengan benih-benih itu, ia membuat ratusan kombinasi penyilangan padi. Tujuan utamanya adalah mencari varietas unggul yang bisa bertahan hidup meskipun pasokan air sedikit, ia menjadi problem solver ( pencari jalan keluar dari masalah ) dan ia tidak pernah puas diri.
Dengan mengenal kelemahan dan kelebihan ( SWOT Analysis ), maka ia mulai menemukan jalan untuk mendapatkan padi dengan varietas unggul yang tahan dalam air yang minim. Selang beberapa waktu, akhirnya ia menemukan padi varietas unggul yang ia harapkan dan sekarang ia mendapatkan 140 varietas padi baru. Warsiyah tidak menyimpan ilmunya sendiri, ilmu-ilmu yang diperoleh dari pelatihan dan praktik tersebut ia bagikan kepada petani-petani yang lainnya pada kelompok tani di Indramayu.
" Sungguh kisah yang inspiratif dan inovatif, semoga cerita ini dapat menginspirasi dan memotivasi kita untuk terus berpikir maju dan berusaha untuk memecahkan setiap masalah yang ada ".

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

Pencarian