Home » » Pengertian Musik

Pengertian Musik


Pengertian Musik
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar musik, seperti di rumah,
sekolah, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita
mendefinisikan istilah ‘musik’ tersebut dengan tepat? Apa saja definisi musik
yang pernah kamu ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang
diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:

Mari kita me-review ketiga definisi di atas. Jenis atau genre musik apa yang
kamu sukai? Sekarang, coba kamu dengarkan beberapa genre musik, seperti
dangdut, tradisional, pop (Indonesia atau Barat), jazz, keroncong, atau musik
campur sari. Genre musik apa yang kamu sukai dan tidak kamu sukai?
Misalnya, salah satu di antara kamu ada yang menyukai genre musik pop
(Indonesia atau Barat), tetapi tidak menyukai dangdut. Berdasarkan definisi
“musik adalah bunyi yang disukai manusia” maka kamu memandang bahwa
jazz merupakan musik, sedangkan dangdut mungkin tidak disukai akan kamu
anggap sebagai ‘bukan musik’.

Bagaimana dengan definisi kedua, “musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik
dan melodi”? Bagaimana pendapat kamu tentang definisi ini? Coba kamu
cari dokumentasi audio dari internet atau sumber lain tentang musik yang
banyak dimainkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di Afrika atau Irian,
misalnya. Mereka seringkali memainkan instrumen-instrumen perkusif atau
instrumen tidak bernada, seperti gendang atau drum, tepukan tangan, atau
hentakan kaki, yang menghasilkan bunyi ritmis tanpa melodi. Dengarkan
contoh berikut:

Musik adalah bunyi yang disukai oleh manusia

Musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi yang teratur
Musik adalah bunyi yang enak untuk didengar (Schafer, 1995).
Musik adalah bunyi
yang disukai manusia.
Benarkah?


Apakah kamu setuju dengan definisi yang menyatakan bahwa, “musik adalah
bunyi yang enak untuk didengar”? “Enak” merupakan suatu konsep yang
memiliki makna yang berbeda pada masing-masing orang. Coba kamu
bandingkan musik yang terdengar di telinga dengan rasa pedas pada suatu
jenis makanan yang dirasakan oleh lidah kita, misalnya. Bagi sekelompok
orang yang terbiasa dengan rasa pedas, makanan itu dikatakan ‘enak’ karena
mereka terbiasa dengan rasa pedas itu. Namun, rasa pedas dapat dirasakan
‘tidak enak’ oleh kelompok orang lain karena mereka tidak biasa dengan rasa
pedas itu.

Kondisi ini dapat digunakan untuk mendefinisikan musik. Bagaimana
pendapat kamu tentang definisi musik sebagai bunyi yang terdengar ‘enak’ di
telinga? Misalnya, apabila kamu memandang musik pop sebagai musik yang
‘enak’ dan keroncong dipandang sebagai musik yang ‘tidak enak’, apakah
kamu akan menganggap keroncong bukan musik? Jelaskan pendapat kamu!
Ada pula sekelompok orang yang memandang musik sebagai bahasa yang
universal. Bagaimana pendapat kamu tentang definisi itu? Sekarang coba
bayangkan. Misalkan kamu berkunjung ke salah satu kelompok masyarakat
di daerah yang berbeda dari daerah asal kamu. Apakah kelompok masyarakat
itu menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi antar-anggota
masyarakat? Apakah komunikasi antar-anggota masyarakat itu dapat kamu
pahami dengan baik? Apabila kamu tidak memahami apa yang sedang
mereka komunikasikan, apakah bahasa dapat dikatakan bersifat universal?
Musik adalah bunyi yang
terdengar ‘enak’ di telinga.
Benarkah?
Musik merupakan
bahasa yang universal.
Benarkah?

Sekarang, kita ganti kata ‘bahasa’ menjadi ‘musik’. Apakah musik terdapat
dalam setiap kelompok masyarakat? Apakah musik yang mereka mainkan
dapat kamu pahami dengan baik? Apabila kamu tidak memahami musik yang
dimainkan oleh sekelompok musisi dari budaya yang berbeda, apakah musik
merupakan bahasa yang universal? Jelaskan pendapat kamu!

0 komentar:

Post a Comment

Google+ Followers

Pencarian