-->

Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Inovasi


Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Inovasi.

Menurut James Brian Quinn, faktor-faktor pendukung untuk tercapainya keberhasilan penerapan inovasi adalah sebagai berikut:

1. Inovasi harus berorientasi pasar
Banyak inovasi yang sekedar memecahkan masalah secara kreatif tetapi tidak mempunyai keunggulan bersaing di pasaran. Inovasi harus sesuai dengan kebutuhan pasar.
Perlu diperhatikan hubungan inovasi dengan pasar yang didalamnya ada 5C, yaitu Competitor (pesaing), Competition (persaingan), Change of competition (perubahan persaingan), Change driver (penentu arah perubahan), dan Change behavior (perilaku konsumen). Pasar berubah disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

• Perubahan teknologi
• Perubahan ekonomi
• Perubahan prilaku sosial dan budaya
• Perubahan iklim dunia
• Perubahan peraturan pemerintah

2. Inovasi harus mampu meningkatkan nilai tambah perusahaan
Ada nilai tambah (value added) sehingga bisa menjadi pendongkrak pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.

3. Terdapat unsur efisiensi dan efektivitas dalam satu inovasi
Tanpa faktor efisiensi dan efektivitas, sebuah inovasi, tidak akan mempunyai arti atau dampak yang berarti bagi kemajuan perusahaan.

4. Inovasi harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan
Inovasi harus bisa diinovasikan lagi sehingga terjadi inovasi yang berkelanjutan (continuous improvement) hingga perusahaan tumbuh menjadi lebih baik dan lebih berkembang.


RELATED POST :
Faktor keberhasilan wirausaha...
Faktor kegagalan wirausaha...

Faktor kegagalan wirausaha

Faktor kegagalan wirausaha

Faktor kegagalan wirausaha | Tidak ada wirausaha yang tidak pernah mengalami kegagalan dan wirausaha yang sukses selalu bangkit dari setiap kegagalan. Apabila wirausaha itu berhenti mencoba lagi maka wirausaha tersebut telah gagal dalam usaha. Berikut faktor kegagalan wirausaha:

1.  Tidak pernah atau jarang membuat perencanaan usaha secara tertulis
Apapun usaha anda, rencanakan dengan baik. Banyak usaha yang tiba-tiba tutup dikarenakan tidak mempunyai perencanaan yang jelas.

2. Usaha yang dijalankan bertentangan dengan pendidikan, latar belakang, pengalaman, atau kesukaan wirausaha
Usaha seperti pasangan jiwa, sehingga bila hati dan diri anda tidak cocok dengan jenis usahanya, sudah pasti terjadi penolakan dari dalam hati dan pikiran anda. Maka pilihlah usaha yang cocok dan sesuai dengan keinginan anda.

3. Lokasi yang tidak tepat untuk usaha
Usaha membutuhkan lokasi dengan tingkat lalu lintas (traffic) yang tinggi sehingga nama usaha anda cepat dikenal, diketahui pelanggan, dan akan semakin populer.

4. Tidak memiliki specialist person (karyawan yang ahli)
Setiap usaha itu pasti mengandung unsur specialist person (karyawan yang memiliki keahlian tertentu) yang menjadi faktor penentu kualitas dan perkembangan perusahaan.

5. Perencanaan usaha tidak berorientasi kedepan
Usaha memerlukan perencanaan usaha yang berorientasi kedepan, baik perencanaan jangka panjang atau jangka pendek. Visi dan misi kedepan akan menentukan arah gerak pertumbuhan perusahaan. Itulah pentingnya sebuah tujuan yang akan membentuk seperti apa usaha anda kedepan.

6. Tidak melakukan riset dan analisa pasar
Setiap usaha membutuhkan riset/penelitian dan analisa pasar. Usaha yang tidak melakukan riset cenderung nekad sehingga mudah sekali jatuh karena tidak ada link (hubungan) dengan pasarnya, dan ini tentu sulit berkembang.

7. Masalah legalitas dan perijinan
Usaha juga memerlukan ijin dan legalitas, baik itu ijin usaha, ijin domisili, SIUP (Surat Ijin Usaha Perusahaan) , atau HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) seperti merek dan nama perusahaan. Bila tidak ada legalitas dan perijinan, usaha anda suatu saat dapat disegel dan dilarang beroperasi, hal ini tentu membahayakan.

8. Tidak kreatif dan inovatif
Anda harus kreatif dalam mengatasi masalah yang ada manjadi sebuah manfaat dan harus inovatif agar usaha anda memiliki ciri khas, keunikan, dan nilai tambah. Dengan demikian kreativitas dan inovasi merupakan cara jitu untuk keluar dari tekanan persaingan.

9. Cepat puas diri
Hindari rasa cepat berpuas diri karena menurut kata-kata bijak ‘’pesaing itu tidak pernah tidur”.

10. One man show or the boss (dominan)
Banyak wirausaha yang bermental bossy (seorang bos) yang cenderung One man show (saya adalah segala-galanya). Dalam proses pengambilan keputusan, tidak ada yang berani mengganggu gugat. Karyawan harus menuruti perintah, bukan diajak bekerja sama. Usaha yang ditangani oleh pemimpin tipe ini akan mengalami banyak kendala sehingga tingkat kegagalannya cenderung tinggi.

11. Anggota keluarga ikut masuk ke dalamnya
Perusahaan keluarga memang memiliki kelemahan terutama bila istri/suami masuk ke dalam proses operasional dan ikut dalam pengambilan keputusan. Jadi tampak tidak jelas lagi dan kegagalan sering menghinggapi usaha yang mempunyai masalah ini.

12. Kesulitan keuangan
Ini yang sebagian menghinggapi dan menjadi faktor kegagalan wirausaha, karena adanya masalah keuangan berarti energi sebuah bisnis juga bermasalah sehingga berdampak pada modal karyawan.


Faktor keberhasilan wirausaha

Faktor keberhasilan wirausaha

Faktor keberhasilan wirausaha |  Faktor keberhasilan usaha seorang wirausaha bukan hanya dilihat dari seberapa keras anda bekerja, tetapi seberapa cerdas anda melakukan dan merencanakan strategi serta mewujudkannya.

Berikut faktor keberhasilan wirausaha :
1. Faktor peluang
Banyak peluang emas tetapi belum tentu tepat untuk anda, karena peluang emas itu harus ada keselarasan, keserasian, dan keharmonisan antara anda, bisnis, pasar, kondisi, situasi dan prilaku pasar sehingga anda dapat menemukan peluang emas yang tepat untuk anda.

2. Faktor manusia (SDM)
Diantaranya adalah : strategic planner (pembuat rencana), Great manager (manajer yang hebat), Controller (pengatur/pengawas), Marketer (pemasaran) dan seller (penjual), yang terakhir Leadership (kepemimpinan). Itu semua merupakan faktor kesuksesan operasional yang memerlukan sumber daya manusia, dengan demikian faktor utama keberhasilan usaha adalah sumber daya manusia (SDM).

3. Faktor keuangan
Hindari berpikir bahwa bisnis tanpa keuangan/arus cas yang lancar itu akan berhasil. Arus cas itu bagaikan aliran darah dalam tubuh anda. Bila arus cas tidak mengalir maka bisnis pasti akan berhenti dan mati.

4. Faktor organisasi
Organisasi usaha sebaiknya tidak statis tetapi dinamis, kreatif, dan berwawasan kedepan. Organisasi sangat penting untuk karyawan dan anda.

5. Faktor perencanaan
Bekerja tanpa rencana berarti berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jadi sudah pasti rencana adalah faktor penting dalam sebuah usaha.

6. Faktor pengelolaan usaha
Semua faktor diatas adalah faktor-faktor keberhasilan wirausaha, tetapi anda juga membutuhkan tindak lanjut dari rencana anda sebaik mimpi anda. Itulah pentingnya pengelolaan usaha.

7. Faktor pemasaran dan penjualan
Pemasaran dan penjualan adalah lokomotif bagi divisi/bagian lainnya seperti keuangan, personalia, produksi, distribusi, logistik, dan pembelian. Faktor pemasaran dan penjualan sangat penting bagi kelancaran usaha. Banyak usaha yang gagal karena hanya mementingkan bagiannya saja dan lupa bahwa pemasarannya belum berjalan dengan baik.

8. Faktor administrasi
Tanpa pencatatan, dokumentasi, pengumpulan data, dan pengelompokan data administrasi yang baik, strategi, taktik, perencanaan, pengembangan, program-program, dan arah perusahaan tidak akan berjalan dengan baik.

9. Faktor peraturan pemerintah, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Faktor peraturan pemerintah dan poleksosbud besar pengaruhnya karena wirausaha juga berhubungan dengan hal-hal berikut:
• Peraturan pemerintah dan peraturan daerah seperti pajak, retribusi, dan pendapatan daerah.
• Legalitas dan perijinan.
• Situasi ekonomi dan politik.
• Perkembangan budaya lokal yang harus diikuti.
• Lingkungan sosial yang berbeda-beda di setiap tempat.

10. Catatan bisnis
Banyak usaha yang sulit dan tidak berkembang hanya karena anda tidak tahu sudah sejauh mana bisnis anda berjalan. Catatan usaha atau bisnis akan membuat anda tahu sudah sejauh mana anda menjalankan usaha.

Karakteristik Wirausaha Yang Mandiri

Karakteristik Wirausaha Yang Mandiri|Karakteristik wirausaha mandiri yang perlu dimiliki dan di kembangkan adalah sebagai berikut:

√ Kerja keras dan kerja cerdas
√ Disiplin dan percaya diri
√ Berwatak baik dan luhur
√ Mandiri dan realistis
√ Berpikiran prestatif dan tidak       mau menjadi orang yang biasa saja
√ Komitmen yang tinggi dan konsisten
√ Dapat mengendalikan emosi (strong emotional attachment)
√ tidak ingkar janji dan tepat waktu
√ berpikiran positif dan bertanggung jawab
√ memperhitungkan resiko yang akan terjadi dan tidak gegabah
√ Tahu kebutuhan orang lain, peka serta intuitif
√ Bisa bekerja sama dengan orang lain dan disukai
√ Bisa membangun tim dan bekerja dengan tim
√ Seorang motivator yang hebat untuk diri sendiri dan orang sekitarnya
√ Selalu berpikir ada jalan keluar (problem solver)
√ Mempunyai keinginan berprestasi tinggi (high achiever) serta tidak cepat puas diri
√ Bisa merencanakan, bertindak, dan mengerjakannya
√ Visioner atau berpandangan jauh kedepan
√ Punya determinasi (keteguhan hati) yang tinggi dan kuat dalam prinsip
√ Punya integritas yang tinggi (tidak plin-plan)
√ Total dalam bekerja dan tidak mau setengah-setengah atau seenaknya saja

Karakteristik Wirausaha Menurut Bygrave :
Berikut Karakteristik wirausaha menurut Bygrave, seorang pakar kewirausahaan yang terkenal dengan 10 D.

1. Dream (mimpi)
Tidak ada wirausaha yang tidak punya mimpi, dan akan lebih sukses lagi bila mempunyai visi dan misi kedepan disertai dengan kemampuan untuk mewujudkannya.

2. Decisiveness (ketegasan)
Seorang wirausaha itu mempunyai hasrat ingin maju, tegas, energik, penuh semangat, dan tidak bekerja lambat. Setiap keputusan yang diambil selalu diperhitungkan.

3. Doing (bertindak)
Wirausaha tidak suka menunda pekerjaan dan selalu menindaklanjuti keputusan yang telah dibuat, mempunyai kecepatan dan tenaga ekstra dalam bertindak dibanding yang lain.

4. Determination (ketetapan hati/kebulatan tekad)
Seorang wirausaha mempunyai keteguhan hati serta rasa tanggung jawab yang tinggi sehingga tidak pernah menyerah begitu saja ketika menghadapi persoalan.

5. Dedication (pengabdian)
Seorang wirausaha yang cerdas itu mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, karena dedikasi yang tinggi, maka kesuksesan menghampirinya.

6. Devotion (kecintaan/kesetiaan)
Bisnis akan menyita banyak  waktu, pikiran, tenaga, energi, fokus dan semangat seorang wirausaha, sehingga ia harus mencintai pekerjaannya dan pandai membagi waktu.

7. Details (terperinci)
Untuk mencapai kesusksesan, wirausaha harus berpikir detail karena ketika menjalankan usaha, aspek keuangan dan perencanaan strategi memerlukan pemikiran secara detail.

8. Destiny (nasib)
Wirausaha membutuhkan keberuntungan dan ia harus mulai berusaha untuk memprediksi kapan keberuntungan itu datang menghampirinya.

9. Dollars (materi/uang)
Seorang wirausaha sangat memperhitungkan nilai waktu, tenaga, pikiran, strategi, dan usaha ditinjau dari nilai mata uang, tetapi hindari menjadi seorang wirausaha yang materialis karena itu berbahaya.

10. Distribute (menyalurkan/mendistribusikan)
Wirausaha yang baik selalu berorientasi untuk memberi dan mendistribusikan kesuksesannya, filosofinya, kepemilikannya, ilmunya, uang yang dimilikinya untuk kesejahteraan para karyawan dan tentunya mendistribusikan kemampuan, ide, saran dan inspirasi kreatifnya untuk membantu mengembangkan bisnis, agar pelanggannya senantiasa setia dan selalu membeli barang dan jasa.

Pengertian wirausaha dan kewirausahaan

Pengertian wirausaha dan kewirausahaan.
 
1. Wirausaha
Pengertian wirausaha:
wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.
Beberapa pengertian wirausaha adalah sebagai Berikut

√. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
√ . Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya untuk melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi.
√.  Wirausaha, yaitu melakukan sebuah proses yang disebut creative destruction (pengrusakan yang kreatif) untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang lebih tinggi, sehingga inti dari keterampilan  wirausaha adalah kreativitas.
√.  Wirausaha adalah orang yang berani mengusahakan suatu pekerjaan baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.
√.  Menurut Richard Cantillon (1755), entrepreneurial is an innovator and individual developing something unique and new (wirausaha adalah seorang penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan baru).
√. Menurut J.B Say (1803), wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efektif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi tinggi.
√. Menurut Dan Stein dan Jhon F.Burgess (1993), wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala resiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
√. Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang  dan menciptakan organisasi untuk mengejar peluang tersebut.
√. Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa di jual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
 
2. Kewirausahaan
Pengertian kewirausahaan:
Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
 
√. Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti  mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.
√. Menurut Peter F.Drucker , kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
√. Menurut Stephen Robins, kewirausahaan adalah proses mengejar berbagai peluang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi.
√. Menurut Salim Siagian, kewirausahaan adalah semangat, prilaku dan kemampuan memberikan respon positif kepada peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri dan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan/masyarakat, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dengan menerapkan cara kerja yang lebih efesien dan efektif, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas, inovasi dan kemampuan manajemen.
Loading...
Loading...